Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan alokasi besar-besaran bagi infrastruktur saat ini dinilai memiliki banyak pengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Namun menurutnya pemerintah dianggap belum mampu mengambil tindakan berani dalam kebijakan ini karena tekanan politis lebih besar dibanding keputusan birokrasi.
"Padahal imbas dari infrastruktur itu berimplikasi pada kemampuan belanja modal, kemudian investasi yang bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Rabu (22/8/2012).
Pemerintah walaupun punya peluang bermitra dengan swasta dalam mengembangkan pengembangan infrastruktur, namun menurutnya tetap saja swasta hanya menyentuh dalam tataran teknis.
"Swasta hanya bermain dalam wilayah tanah, atau proyek teknis, sedangkan pemerintah bisa menjangkau fundamental ekonomi," ujarnya.
Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2013, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.139 triliun dalam RAPBN 2013 dari APBNP 2012 sebesar Rp1.069,53 triliun. Belanja pemerintah tersebut untuk belanja pegawai sebesar Rp241,12 triliun, belanja barang sebesar Rp159,15 triliun, dan belanja modal sebesar Rp193,83 triliun
Inilah Dampak Jika Pemerintah Pro Infrastruktur
Oleh: MMBComputer | Agustus 25, 2012
ADVERTISEMENT
PASANG IKLAN ANDA DI SINI
ADVERTISEMENT
PASANG IKLAN ATAS
PILIHAN REDAKSI
IKLAN TENGAH: INFO PRODUK/LAYANAN DI SINI
SPONSORED CONTENT
IKLAN AKHIR: HUBUNGI KAMI UNTUK PROMOSI
BERITA TERKAIT
- Memuat berita...
